9 Punggawa Amerika Sebelah selatan yang Tak berhasil di MU

9 Punggawa Amerika Sebelah selatan yang Tak berhasil di MU

Manchester United telah menyelesaikan perpindahan pemain gelandang yang berasal dari Brasil, Fred dari Shakhtar Donetsk. Punggawa berumur 25 tahun tersebut jadi punggawa Amerika Sebelah selatan yang baru di Old Trafford. United lumayan kerap menandatangani bakat Amerika Sebelah selatan sepanjang beberapa tahun. Tapi, walaupun semua punggawa ini menunjukkan janji sebelum merapat ke Manchester, tak seluruhnya dapat berhasil dengan jersey United. Tidak sedikit dari mereka yang malah cuma numpang melintas di tim sebab tak dapat memperlihatkan performa cemerlangnya dengan United. Untuk itu, Fred musti berupaya keras bila tak mau bernasib kayak mereka. Di bawah ini kami sajikan 9 punggawa Amerika Sebelah selatan yang tak berhasil di MU sebagaimana menurut Squawka yang kami ambil dari situs berita MotoGP.

Juan Sebastian Veron – Sepak terjang Veron di Old Trafford tak seperti yang dibayangkan boss Sir Alex Ferguson. Punggawa yang berasal dari Argentina tersebut kesusahan menyesuaikan dirinya dengan kecepatan sepakbola Inggris dan problem cedera jua menjadikan keadaannya makin sulit. Veron ke Chelsea sehabis Claudio Ranieri sukses meyakinkannya tuk beralih tim tapi masanya di Stamford Bridge jua diterpa dengan sejumlah problem kayak yang ia hadapi di Manchester.

Diego Forlan – Punggawa Uruguay tersebut tak dapat main memikat sepanjang ada di theatre of dreams. Forlan tak dapat membuktikan Harga kepindahannya yang senilai enam, sembilan juta poundsterling (jumlah yang besar di 2001). Sehabis karir yang jelek dengan United, di mana cuma membikin 17 skor di dalam 98 performa, Forlan mendapatkan kejayaan di Spanyol dengan membikin 155 skor di dalam 324 performa tuk Villareal dan juga Atletico Madrid.

Kleberson – Punggawa yang berasal dari Brasil tersebut disebut menjadi salahsatu punggawa vital di balik kejayaan Selecao memenangi Piala Dunia 2002 oleh Luiz Felipe Scolari. Jadi, tidak sedikit hal-hal besar yang didambakan dari punggawa tengah tersebut saat ia mendarat di Old Trafford. Tapi, Kleberson amat mengecewakan kemudian cuma membikin 2 skor sepanjang 2 kompetisi musim di tim menjelang dipersilahkan gabung bersama Besiktas.

Anderson – Pemain gelandang Brasil tersebut amat menjanjikan di Gremio lalu FC Porto, tapi problem cedera mengganggu perkembangannya di United. Walaupun kerap memperlihatkan performa yang bagus seperti yang dapat kita lihat di statistik livescore, tapi ia tetap tidak cukup istimewa tuk MU sepanjang 8 tahun di Old Trafford. Anderson barangkali bakal diingat sebab penalti penting vs Chelsea di final Liga Champions dan tariannya dalam selebrasi gelar jawara Premier League dibanding performanya di arena pertandingan. Walaupun tak sempat mencapai peluang maksimalnya di Manchester United, raihan tropi Anderson banyak sekali.

Fabio Da Silva – Fabio tak menciptakan dampak besar untuk Manchester United. Padahal punggawa berumur 27 tahun tersebut dikatakan amat berpotensi menjelang kedatangannya di Old Trafford. Saudara kembarnya sangat berhasil saat ia mendapatkan peluang tuk berlaga di pos pemain belakang kanan sehabis Gary Neville retirement. Fabio, yang saat ini memperkuat Middlesbrough, tidak seberuntung disandingkan saudara kandungnya tersebut lantaran musti berkompetisi dengan Patrice Evra tuk mendapatkan tempat di team.

Rodariigo Possebon – Possebon gabung Manchester United di saat yang sama dengan si kembar Da Silva. Tapi, ia tak berhasil menembus menuju team pertama kemudian keluar dari tim dengan kesepakatan permanen di Agustus 2010 sehabis cuma menciptakan 8 performa.

Guillermo Varela – Penandatanganan resmi pertama2 dibawah David Moyes, Varela tak dapat jadi pemain belakang kanan reguler di MU. Walaupun menghabiskan 4 tahun kesepakatannya di tim, Varela ditransfer dengan status pinjaman menuju Real Madariid Castilla kemudian ke Eintracht Frankfurt di kompetisi musim 2015/16 di mana dia mencatatkan 11 performa tuk tim. Saat ini jadi pemain belakang sayap yang tak tergantikan di Uruguay, Varela telah jauh ber-evolusi sehabis keluar dari Old Trafford.

Angel Di Maria – Di Maria mengawali kehidupan di Old Trafford dengan amat sempurna, tapi ia tak dapat mempertahankan kelas performanya sama seperti saat ada di Santiago Bernabeu. Striker yang berasal dari Argentina tersebut tak berhasil membuktikan biaya transfernya sekitar 60 juta, tapi ia rata-rata membikin 15 skor per 1 kompetisi musim dengan PSG sehabis keluar dari United.

Radamel Falcao – Pendukung Manchester United menginginkan banyak skor saat punggawa Kolombia tersebut gabung United dengan status dipinjamkan di tahun 2014. Falcao cuma sukses menyumbang 4 skor didalam 29 performa sepanjang semusim di Manchester. Tapi sama seperti Di Maria, ia menemukan ketajamannya datang lagi sehabis sampai di Ligue 1. Sang ujung tombak sekarang sudah mengumpulkan 67 skor didalam 101 performa tuk Monaco.

Leave a Reply

Your email address will not be published.